|
Warisan Budaya
|
|
Senin, 21 Juni 2010 |
|
SURABAYA, KOMPAS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan kemungkinan besar bangunan gedung bekas bioskop Indra di kawasan Jalan Gubernur Suryo Kota Surabaya yang kini terbengkalai merupakan bangunan cagar budaya. "Meski gedung bioskop Indra sampai sekarang belum ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Tapi kami menduga bangunan ini masuk katagori cagar budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati di Surabaya, Minggu. Menurut dia, jika nantinya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya, tentu pembangunanya harus menyelaraskan atau menyesuaikan dengan bangunan cagar budaya di sekitarnya.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Senin, 21 Juni 2010 |
|
LONDON, KOMPAS.COM — Gadis-gadis Ceko dengan suara merdunya mengalunkan lagu Bapang Sesir, Baris Kecil dan Gilak mengiringi lenggak-lenggok tarian Bali kreasi alumni penerima Beasiswa Darmasiswa berhasil menarik pengunjung Festival Refufest,di Praha. Kuasa Usaha Ad Interim /Counsellor Pensosbudpar, KBRI Praha, Republik Ceko, Azis Nurwahyudi kepada koresponden Antara London, Minggu mengatakan Festival Refufest yang dilakukan di Kampa Park merupakan festival multikultural tahunan digelar di Praha. Di hadapan ratusan penonton yang menghadiri festival , John Adam mengomandani gamelan Bali yang dimainkan masyarakat Ceko. Sedangkan tiga penari Bali yang juga alumni penerima Beasiswa Darmasiswa dengan luwes menari diiringi gamelan.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Senin, 21 Juni 2010 |
|
DENPASAR, KOMPAS.COM — Keris bagi masyarakat Bali hingga kini masih dianggap sebagai benda sakral, karena sebagian besar kegiatan ritual keagamaan melibatkan keris pusaka sebagai salah satu kelengkapannya, kata seorang pemilik museum. "Masyarakat Bali meyakini bahwa keris adalah sebuah simbol kekuatan leluhur dan alam sementa," kata pendiri dan pengelola Museum Neka Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Pande Wayan Suteja Neka di Denpasar, Minggu. Lelaki yang memiliki koleksi 272 keris dan baru saja menerima penghargaan dari Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia sebagai pelestari keris dan dari Dewan Pakar Keris.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Senin, 21 Juni 2010 |
|
DENPASAR, KOMPAS.COM — Museum Neka di perkampungan seniman Ubud di usia ke-28 tahun, 22 Juli mendatang dinilai banyak kalangan meraih sebuah kesuksesan dalam pengabdian diri di jagad seni. "Museum seni itu tak pernah terhenti berdenyut, selain aktivitas rutin menggelar pameran, sarasehan, juga senantiasa mengibarkan seni lukis Bali dan Indonesia di kancah mancanegara," kata pendiri dan pengelola Museum Neka Pande Wayan Suteja Neka di Denpasar, Minggu. Ia mengatakan, museum itu pada mulanya hanya memiliki 100 koleksi, namun dalam perkembangannya hingga kini berhasil menambah koleksi menjadi 312 lukisan dan patung serta koleksi 272 keris pusaka.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 45 - 55 dari 1900 |