|
Karya Budaya
|
|
Kamis, 22 Juli 2010 |
|
JAKARTA, KOMPAS.COM — Bentara Budaya Jakarta (BBJ) di Jalan Palmerah Selatan 17, Jakarta Pusat, Kamis (22/7) pukul 19.30 WIB, menggelar pameran wayang bertajuk Mengenal Wayang, Mengenal Jati Diri Bangsa. Wayang dalam berbagai medium yang dipamerkan itu, merupakan koleksi BBJ dan bertu juan untuk menumbuhkan minat kaum muda/remaja mencintai khasanah budaya bangsa. Kepala Pengelola BBJ Paulina Dinartisti mengatakan, wayang, sebuah pencapaian seni budaya yang pada tahun 2003 dikukuhkan oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia, akan tampil dalam wujud pementasan dan pameran. "Ada pementasan wayang golek sunda dan wayang golek cepak yang diupayakan ringkas, sekitar satu atau dua jam, menyesuaikan diri dengan kehidupan kota besar yang serba bergegas," katanya, Rabu (21/7/2010) di Jakarta.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Kamis, 22 Juli 2010 |
|
PEKANBARU, KOMPAS.COM — Pengamat suku pedalaman Riau, Yoserizal Zein, di Pekanbaru, Rabu, mengatakan, kebudayaan suku pedalaman yang hidup di sejumlah kabupaten di Riau terancam punah jika pemerintah tidak mengambil langkah pencegahan untuk melindungi suku tersebut. "Dengan banyaknya izin konsesi yang diberikan pemerintah kepada sejumlah perusahaan HTI, bukan tidak mungkin akan mengancam kebudayaan suku pedalaman tersebut," katanya. Ia mengatakan, suku pedalaman atau yang biasa disebut dengan suku asli Riau tersebut hidup di sejumlah hutan yang terdapat di Riau. Jika pemerintah terus memberikan izin konsesi, maka dipastikan suku pedalaman tersebut tidak lagi mempunyai rumah dan kebudayaan yang hinggap bersama mereka akan punah.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Rabu, 14 Juli 2010 |
|
YOGYAKARTA, KOMPAS.COM — Komunitas Gayam 16 akan menggelar kembali Festival Gamelan di Yogyakarta pada 16-18 Juli 2010 yang diikuti sejumlah seniman dan pecinta gamelan dari 34 negara. Menurut General Manager Komunitas Gayam 16 Setyaji Dewanto, di Yogyakarta, Selasa, ’Yogyakarta Gamelan Festival’ (YFG) ke-15 yang mengusung tema ’Gamelan Anytime’ ini akan berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Ia mengatakan YGF merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Gayam 16 dan TBY. "Oleh karena itu, seluruh kegiatan dalam rangkaian festival ini berlangsung di Taman Budaya Yogyakarta," katanya.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Rabu, 14 Juli 2010 |
|
WONOSOBO, KOMPAS.COM — Sebanyak sembilan anak warga Desa Gondowulan, Kecamatan Kepil, di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Wonosobo, Selasa, mengikuti upacara ruwat rambut gembel di pelataran goa Nyi Simpen di desa setempat. Upacara ruwat tersebut diawali dengan ritual mengarak sembilan anak yang rambutnya akan dipotong tersebut dari batas desa menuju lokasi dengan menyusuri jalan berbatu, licin dan menanjak sekitar dua kilometer. Puluhan kelompok kesenian dan ratusan siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mengiringi dibelakangnya. Mereka yang dipotong rambutnya tersebut antara lain Sahal Nasukha (5), Friska (5), Ahmad abdul halim (5), Indri Dwi Astuti (7), Umi Aminah (6), Safriyono Yulianti (3), dan Nurjanah (4).
|
|
|