|
Aktivitas Budaya
|
|
Senin, 16 Agustus 2010 |
|
JAKARTA, KOMPAS.COM — Pihak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI telah membayar gaji awak kapal Eskpedisi Spirit Majapahit, yang sejak 6 Agustus lalu tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Okinawa, Jepang. Ekspedisi akan dijadwal ulang, sedangkan awak kapal kembali ke Indonesia. Sekretaris Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Soeroso mengatakan hal itu, Minggu (15/8) di Jakarta. Masalah gaji, uang transportasi sudah dibayarkan oleh tim yang berangkat ke Manila , Filipinan. Ekspedisi akan dilanjutkan menunggu cuaca baik dan penjadwalan kembali dengan anak buah kapal (ABK) baru, katanya. Seperti diberitakan, ekspedisi kapal tradisional Spirit Majapahit untuk sementara
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Kamis, 05 Agustus 2010 |
|
POLANDIA, KOMPAS.COM — Pentas pencak silat yang diperagakan Eko Winardi mampu memukau publik yang menyaksikan "Festiwal Kultur ?redniowiecza Mazuria" atau Festival Budaya Abad Pertengahan di Zamek (Istana) Ryn, Mazuria, Polandia. Adegan yang diperagakan Eko menggunakan senjata tajam, golok Cimande mulai dari membelah buah jeruk, hingga menyayat tangan dan anggota badan lainnya cukup membelalakan mata para penonton. Pengunjung yang hadir ada yang berdecak kagum, maupun deg-degan ketika melihat atraksi tersebut. Atraksi Pencak Silat yang dipersembahkan oleh Eko dan Ariel Ilnata merupakan gabungan antara seni Pencak Silat dari daerah Minangkabau dan Jawa Barat.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Kamis, 05 Agustus 2010 |
|
KONGO, OKEZONE.COM — Kontingen Garuda XX-G merupakan Satgas Zeni TNI ke tujuh yang dikirim oleh Mabes TNI untuk melaksanakan tugas misi perdamaian sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Kongo. Kontingen Garuda XX-G mempunyai tugas pokok membangun infrastruktur berupa jalan, jembatan dan bangunan serta pemeliharaan Dungu Airport di Kongo. Dalam melaksanakan tugas pokoknya membangun infrastruktur, Kontingen Garuda XX-G selalu mendapatkan pujian baik dari masyarakat setempat, pejabat lokal dan pejabat Monusco. Hal ini dikarenakan kualitas jalan yang dibangun oleh Satgas Zeni TNI sangat memuaskan dan membanggakan, sehingga jalan tersebut dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat setempat.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Kamis, 05 Agustus 2010 |
|
BOJONEGORO, KOMPAS.COM — Perajin wayang thengul atau wayang golek khas Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam habis karena yang ada rata-rata berusia lanjut dan tanpa regenerasi. "Perajin wayang thengul yang masih tersisa di Bojonegoro, rata-rata sudah berusia lanjut," kata Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro, Saptatik, Rabu. Dia menyebutkan, perajin wayang thengul yang cukup ternama dimiliki Bojonegoro yaitu Santoso, warga Desa Kalangan, Kecamatan Padangan. Dia, sudah berusia di atas 60 tahun. Selain itu, juga seorang perajin wayang thengul yang baru tahap belajar di Desa Sukodadi dan Kecamatan Bubulan.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 12 - 22 dari 1900 |