Kamis, 9 September 2010
Forum Kebudayaan Indonesia Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009. Terhitung mulai Hari Kamis,1 Januari 2009, www.forumteknologi.org sudah bisa dinikmati oleh segenap Pecinta Teknologi
Home arrow Karya Budaya arrow Pasar Seni Sepanjang 500 Meter di ITB
Pasar Seni Sepanjang 500 Meter di ITB
Rabu, 28 Juli 2010

Logo ITB BANDUNG, KOMPAS.COM — Bertepatan dengan 200 tahun Kota Bandung, Fakultas Seni Rupa Desain ITB, akan menggelar pasar seni sepanjang 500 meter di Jalan Ganesha, Bandung pada  bulan Oktober  mendatang.

Ketua Umum Pasar Seni 2010, Tisna Sanjaya, di Bandung, Selasa,  mengatakan bahwa  pasar seni ke-10 bulan 10 tahun 2010 adalah angka yang bagus untuk menyelaraskan citra ITB sebagai penggerak kebudayaan serta sebagai momentum dari kota seni dan budaya Bandung.

Pasar seni yang akan diselenggarakan merupakan pasar seni yang legendaris, pertama diadakan tahun 1972 hingga saat ini telah menginspirasi pasar seni lainnya, seperti Pasar Seni Jaya Ancol di Jakarta.

Sampai saat ini telah terdaftar 300 pengisi gerai, acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Bandung ini akan menampilkan karya-karya seni rupa, teater, kebudayaan dengan pesan-pesan kehidupan sehari-hari, seperti pesan yang menyangkut persoalan lingkungan hidup, sosial, budaya, politik dan terutama isu-isu global.

Secara esensi, gerakan ini adalah wadah lintas generasi yang akan mempertemukan masyarakat seniman bandung dan seniman dunia antara lain dari Singapura, Jerman, Belanda, Irlandia, dan Inggris.

Sementara itu Manager Project, Hendy Hertiasa yang juga staf pengajar Desain Komunikasi Visual FSRD ITB, mengeluhkan kendala pada persiapan acara akbar ini,  merupakan aspek komunikasi dalam konteks pasar seni yang belum memunculkan kesepakatan.

Hal ini dikarenakan adanya kebaruan-kebaruan tiap generasi. Kebaruan yang dimaksud adalah, masyarakat plural akan melihat fenomena-fenomena perubahan seni yang dulunya nyaman berada dalam galeri namun, saat ini masuk pada area jalanan. Dari sanalah tercipta kemenarikan timbal balik antara masyarakat dan gerakan kebudayaan.

Pada konsepnya Jalan Ganesha akan di atur sebagai etalase karya, disanalah akan terjadi dialog interaktif seniman dan masyarakat. Gerakan kebudayaan sendiri berdasar pada ide-ide mahasiswa yang merentang pada dasar Area Terlupakan dan Area Mengingatkan.

Membahas area yang diungkapkan oleh Hendy, Tisna menambahkan beberapa contoh meliputi pekerja tambal ban, pengubur mayat, pekerja patri, pekerja adu japati, pemarkir, pembuat kerajinan tangan dan lainnya.

"sebetulnya mereka adalah pembuat artistika penyangga-penyangga kebudayaan  yang terlupakan," ucapnya.

Penulis: JY   |   Editor: jodhi   |   Sumber : ANT

(Sumber KOMPAS.COM, 28 Juli 2010)

Comments (0) >>
Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
busy
 
< Sebelumnya   Berikutnya >