Kamis, 9 September 2010

Pengunjung

Hari Ini47
Kemarin96
Minggu Ini461
Bulan Ini1014
Total90925

(C) Fliesenstadt
Forum Kebudayaan Indonesia Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009. Terhitung mulai Hari Kamis,1 Januari 2009, www.forumteknologi.org sudah bisa dinikmati oleh segenap Pecinta Teknologi
Home arrow Sejarah
Sejarah
Nyai-nyai Beken di Batavia
Kamis, 30 April 2009

KOMPAS.COMSejak Jan Pieterszoon Coen mulai mendirikan kastil di pinggiran Sungai Ciliwung untuk kemudian membangun kota bernama Batavia di awal abad ke-17, sejak itulah keberadaan budak mulai tumbuh. Semula hanya digunakan sebagai tenaga kerja. Namun, kemudian budak menjadi penakar status sosial bagi pejabat VOC. Maka sistem perdagangan budak pun berkembang, calo budak pun menjamur.

Keberadaan budak perempuan ikut menghidupkan, bahkan menyuburkan, praktik kumpul kebo di Batavia. Seperti sudah pernah ditulis sebelumnya, sistem pergundikan jadi cikal bakal prostitusi. Kasus cinta gelap serta dunia per-nyai-an muncul dan terus berkembang.

 
SEJARAH BERDIRINYA KOTA YOGYAKARTA
Kamis, 20 November 2008

http://www.smilejogja.comPARIWISATA.JOGJA.GO.ID — Keberadaan Kota Yogyakarta tidak dapat terlepas dari berdirinya Kraton Kasultanan Yogyakarta pada tanggal 13 Februari 1755 bertepatan dengan terlaksananya Perjanjian Giyanti yang menandai terbaginya Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, meskipun Kasultanan Yogyakarta secara de jure telah ada sejak tahun 1755, namun keberadaan Kota Yogyakarta sebagai ibukota Kasultanan Yogyakarta baru ada pada tanggl 7 Oktober 1756 (berdasarkan sengkalan memet Dwi Naga Rasa Tunggal). Hal ini merupakan pertanda mulai ditempatinya Kraton Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan Sultan HB I dimana sebelumnya beliau memerintah dari Pesanggrahan Ambarketawang pada saat Kraton Yogyakarta dibangun. Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan buku tentang Hari Jadi Kota Yogyakarta yang menjelaskan segala sesuatu tentang keberadaan awal Kota Yogyakarta sebagai ibukota Kasultanan Yogyakarta.

(Sumber: HTTP://PARIWISATA.JOGJA.GO.ID)

 
Bangsa Sungai
Jumat, 24 Oktober 2008

http://albertjoko.files.wordpress.comSINGARAJA, KOMPAS — Nenek moyangku orang pelaut. Begitu lirik pembuka sebuah lagu anak-anak. Benarkan nenek moyang kita pelaut? Benarkah kita bangsa bahari? Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan lema bahari sebagai adjektiva yang berarti dahulu kala, kuna, tua sekali; indah, elok sekali; serta sebagai nomina dengan makna mengenai laut, bahari.

Mau bukti kalau kita memang bangsa pelaut? Tak perlu mengobrak-abrik KBBI. Buka saja lema tiang dan layar. Akan terbukti bahwa nenek moyang kita berhubungan dengan perahu dan pelayaran. Tiang dijelaskan sebagai ‘tonggak panjang yang dipasang di perahu atau di kapal’. Ada kapal dua tiang, ada tiang agung, tiang topang.