|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
Benteng Keraton Buton.  KENDARI, KOMPAS.COM — Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merupakan bangunan terunik di antara benteng yang ada di seluruh dunia. "Label sebagai benteng terunik di dunia itu sudah mendapat pengakuan dari Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia)," kata Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Provinsi Sultra, Ibrahim Marsela, di Kendari, Sabtu. Menurut Ibrahim Muri mencatat benteng peninggalan Kesultanan Buton itu sebagai benteng terunik di dunia karena konstruksi benteng dengan ketinggian 1,5 meter hingga 2 meter hanya tersusun dari batu-batu gunung yang menggunakan perekat berupan adonan kapur dicampur cairan putih telur. "Di seluruh dunia, tidak ada benteng dengan konstruksi bangunan seperti itu. Pada umumnya, benteng dibangun menggunakan perekat berupa pasir dicampur semen. Itu sebabnya, Muri mencatatnya sebagai benteng terunik," katanya.
|
|
|
Kamis, 05 Agustus 2010 |
|
Taman Sare di Keraton Sumenep  SUMENEP, DETIK.COM — Cerita tentang Keraton Sumenep tidak pernah habis. Salah satu tempat di keraton yang dipercaya mempunyai kekuatan magis adalah kolam pemandian dayang-dayang dan istri para raja. Kolam air itu disebut Taman Sare dipercaya mempunyai kekuatan ajaib. Kolam yang berada di sebelah timur Pendopo Agung itu diyakini bisa menambah aura kecantikan dan cepat mendapatkan jodoh. Selain itu dipercaya sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit bila airnya diminum. "Selain mencuci muka ada yang membawa airnya dengan menggunaakan botol bekas air meneral. Selain dipercaya untuk menambah aura kecantikan juga untuk obat," kata Pemandu Wisata, Ramli dalam perbincangannya dengan detiksurabaya.com di Museum Keraton Sumenep, Jalan Dr Soetomo, Selasa (20/7/2010).
|
|
|
Rabu, 23 Juni 2010 |
|
DENPASAR, KOMPAS.COM — Museum Neka di perkampungan seniman Ubud, Bali tercatat memiliki 272 bilah keris pusaka yang dipajang dalam dua ruangan yang khusus disediakan untuk mengoleksi benda-benda sakral. Selain keris, pada lima ruangan yang lain juga dipajang 312 koleksi karya lukis dan patung yang ditata sedemikian rupa menjadi satu kesatuan yang utuh, kata Pande Wayan Suteja Neka, pendiri, pemilik dan pengelola Museum Neka, di Denpasar, Senin. Ia mengatakan, ratusan koleksi keris yang diburu dan dikumpulkan selama lebih 50 tahun itu dilestarikan dalam pengembangan museum Neka yang dibangun 28 tahun silam.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 7 dari 152 |