|
Senin, 16 Agustus 2010 |
|
MEDAN, KOMPAS.COM — Sejarahwan Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari, mengatakan tidaklah benar bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun. Karena jika angka tersebut dianggap sebagai suatu kebenaran, maka awal mula penjajahan di Indonesia adalah tahun 1592. "Padahal, bangsa Belanda pada tahun 1592 itu belum tiba di Indonesia. Belanda sendiri tiba di Indonesia, yakni di Banten, pada tahun 1552 di bawah pimpinan Cornelius De Houtman untuk menjajaki potensi perdagangan di Indonesia," katanya di Medan, Sabtu. Oleh karena itu, kata dia, yang benar adalah bahwa Belanda memerlukan waktu selama lebih kurang 300 tahun untuk menaklukkan Indonesia.
|
|
|
Rabu, 07 Juli 2010 |
|
YOGYAKARTA, KOMPAS.COM — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menyatakan bahwa kesenian ketoprak bisa menjadi ajang dakwah multikultural karena seni tradisi tersebut masih diminati oleh masyarakat. "Selain menjaga seni tradisi sebagai budaya bangsa, pagelaran ketoprak oleh Muhammadiyah juga dapat dijadikan sebagai media dakwah," kata Din usai tampil dalam pentas kethoprak Pletheking Surya Ndadari di Yogyakarta, Selasa malam. Ketoprak adalah sandiwara tradisional Jawa, biasanya memainkan cerita lama dengan iringan musik gamelan, disertai tari-tarian dan tembang. Menurut dia, cerita yang dibangun dalam ketoprak dapat disisipi dengan pesan-pesan moral keagamaan sehingga secara tidak disadari akan terserap ke benak penonton.
|
|
|
Rabu, 09 Juni 2010 |
|
Keraton Kasepuhan.  CIREBON, KOMPAS.COM — Putra Mahkota Kerajaan Kasepuhan, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat resmi menjadi Sultan Kasepuhan menggantikan almarhum Sultan Pakuningrat. Pengangkatan atau istilah Jawa disebut Jumenengan Sultan Sepuh XIV ini akan dilakukan dalam prosesi adat keraton, Rabu (9/6/2010) siang di Ruang Panembahan, Keraton Kasepuhan Kota Cirebon. Sejumlah raja se-Nusantara yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dipastikan hadir menyaksikan prosesi jumenengan (pengangkatan) PRA Arief Natadiningrat sebagai Sultan Sepuh. Selain itu, pimpinan dan anggota DPD RI serta sejumlah pejabat negara, provinsi dan kabupaten/kota Cirebon, tokoh masyarakat dan agama juga akan turut hadir. Mereka semua sudah diundang dan disediakan tempat khusus di dalam ruangan di komplek Keraton Kasepuhan.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 7 dari 99 |