Home Warisan Budaya
|
|
Warisan Budaya
|
Senin, 23 Agustus 2010 |
|
MAROS, KOMPAS.COM — Rumah Kecapi, sentra produksi kerajinan tangan alat musik kecapi yang terletak di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, mampu memasarkan produknya hingga ke luar negeri. Pemilik usaha kerajinan, Ikrar, di Maros, Minggu, mengatakan, negara tujuan pemasaran produknya adalah Jepang, China, Australia, dan Ceko. Menurut dia, produk yang paling laris dipasarkan hingga ke luar negeri adalah alat musik kecapi ukuran standar, baik yang dilengkapi dengan ukiran, maupun tidak. "Minimal dalam satu bulan, terdapat 10 alat musik kecapi yang dikirim ke luar negeri," ujarnya. Bahkan, dalam minggu ini, ia sudah mendapatkan pesanan 500 miniatur kecapi dari Jepang.
|
|
|
Rabu, 18 Agustus 2010 |
|
AMBON, KOMPAS.COM — Dua meriam kuno yang diidentifikasi warisan Belanda dan ditemukan di Kali Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, pada 1 April 2010, sudah dikirim ke Museum Polri di Jakarta. "Dua meriam kuno itu berdasarkan laporan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Didik Agung Widjanarko, diterima pihak pengelola Museum Polri di Jakarta dan saat ini sedang dipersiapkan untuk dipajang melengkapi koleksi museum itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maluku, Florance Sahusilawane, Senin (16/8/2010) petang. Pihak Museum Polri, kata dia, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah daerah Maluku yang bersedia menyerahkan meriam kuno itu untuk melengkapi Museum Polri.
|
|
|
Rabu, 18 Agustus 2010 |
|
Tari Rondhing  Tari ’rondhing’ dan tari topeng ’gethak’ dua jenis tari tradisional peninggalan budaya leluhur warga Pamekasan, Madura, Jawa Timur, kini masih lestari, bahkan jenis kesenian ini mulai diajarkan kepada para pelajar di wilayah tersebut. "Ada beberapa sekolah di Pamekasan ini yang sudah mengajarkan siswa-siswinya tari ’rondhing’ dan tari topeng ’gethak’," kata Kepala Seksi (Kasi) Pembina Seni Sejarah dan Nilai-Nilai Tradisional, Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporabud) Pamekasan, Halifaturrahman. Ia menjelaskan, ada enam lembaga pendidikan yang mulai mengajarkan siswa-siswinya tari ’rondhing’ dan topeng ’gethak’ di Pamekasan. Namun, yang mulai terlihat berhasil ialah di dua lembaga, yakni SDN Laden dan SDN Kangenan II Pamekasan.
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 7 dari 465 |
|
|
|