|
Home
|
|
Nilai-Nilai Budaya
|
Minggu, 16 November 2008 |
|
FORUM BUDAYA — Dalam acara Sarasehan Budaya memperingati Kongres Kebudayaan Pertama di Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 5 Juli 2007 yang dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik, antara lain didiskusikan tentang perlu tidaknya kita mempunyai 'Hari Kebudayaan Nasional', seperti hari-hari lain yang sudah ada, yaitu Hari Pendidikan Nasional, Hari Olah Raga Nasional, Hari Kesehatan Nasional dsb. Kalau memang perlu, diusulkan tanggal 5 Juli sebagai Hari Kebudayaan Nasional. Alasannya adalah pada tanggal 5 Juli 1918, sepuluh tahun setelah kelahiran Budi Utomo (yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional), diselenggarakan Konggres Kebudayaan yang Pertama di Solo. Memang pada konggres pertama ini yang dibahas hanyalah kebudayaan Jawa, namun pada tahun-tahun berikutnya bahasannya diperluas dengan kebudayaan pulau-pulau yang lain. Konggres ini kemudian berujung pada Sumpah Pemuda sepuluh tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928.
|
|
|
Sabtu, 18 Oktober 2008 |
|
JAKARTA, KOMPAS — Indonesia adalah negara terbesar ke empat di dunia sesudah China, India, dan Amerika Serikat. Tahun 2015 penduduk bumi naik menjadi delapan miliar. Indonesia sekarang sudah 225 juta orang. Naik lebih tiga kali lipat saat kita menyatakan kemerdekaan tahun 1945.
Optimisme untuk melawan kemiskinan global kian kuat. Angka statistik sebagai mana dikutip Fareed Zakaria dalam buku terbaru, The Post-American Word (Mei 2008) dan sumber lain menjelaskan itu. Tahun 1981 ada sekitar 40 persen penduduk dunia dengan penghasilan hanya satu dollar AS per hari, tahun 2004 tinggal 18 persen. Di harapkan pada tahun 2015 akan menurun sampai 12 persen. Terorisme juga akan jauh berkurang dalam beberapa tahun mendatang karena rakyak telah semakin membencinya. Dengan demikian, ketakutan kaum neokons AS, termasuk McCain, terhadap teror kian kehabisan alasan.
|
|
|
Selasa, 14 Oktober 2008 |
|
PADANG, KOMPAS — Mutu berbahasa Indonesia di masyarakat masih buruk atau rendah. Hal ini tercermin dari banyaknya ketidaktaatan pemanfaatan bahasa Indonesia dalam aneka ranah berbahasa sehari-hari. Padahal, berbahasa mencerminkan kecerdasan seseorang.
|
|
|
|
|
|