|
Karya Budaya
|
|
Senin, 19 Desember 2011 |
|
The Raid  YOGYAKARTA, KOMPAS.COM — Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.
Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu (17/12/2011), mengatakan, film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat. "Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya," katanya.
|
|
|
Warisan Budaya
|
|
Senin, 19 Desember 2011 |
|
Gunung Sadahurip  JAKARTA, KOMPAS.COM — Arkeolog Dr Bambang Sulistyanto menyatakan bahwa kemungkinan temuan piramida di Gunung Sadahurip, Kabupaten Garut, dari aspek arkeologi tidak masuk akal karena Indonesia tidak mengenal kebudayaan piramida. Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional tersebut, di Jakarta, Minggu (18/12/2011), piramida merupakan kebudayaan Mesir dari abad Sebelum Masehi, sedangkan kebudayaan Indonesia kuno bukanlah piramida, melainkan punden berundak pada masa prasejarah dan candi pada era klasik atau periode Hindu-Buddha. "Lebih dari seperempat abad saya belajar arkeologi, baru kali ini saya mendengar adanya dugaan piramida di Indonesia. Kebudayaan Indonesia kuno itu tidak mengenal piramida, tetapi sangat akrab dengan bangunan suci bernama punden berundak atau candi," katanya.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Rabu, 12 Oktober 2011 |
|
PROBOLINGGO, KOMPAS.COM — Warga Tengger di Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/10/2011), menyiapkan sesaji yang akan digunakan untuk upacara pawedalan jagad atau biasa disebut upacara karo. Karo merupakan upacara adat warga Tengger untuk memperingati terciptanya alam semesta. Dalam upacara ini diwujudkan bentuk mengundang arwah leluhur untuk ikut "berpesta". Perayaan Karo bisa berlangsung sekitar dua minggu, diawali ritual "tekaning ping pitu. Ritual ini dimaksudkan untuk mengundang arwah leluhur dengan menyajikan sesaji di masing-masing rumah warga. Sesaji ini akan terus ada selama perayaan Karo, yang mana tiap hari ada beberapa sesaji yang diganti baru.
|
|
|
Karya Budaya
|
|
Rabu, 12 Oktober 2011 |
|
KOMPAS.COM — Koreogrefer handal tanah air pembesut lembaga senibudaya Taratak Indonesia mengusung tari zapin tradisional dari Kerinci yang sudah hampir punah ke arena Festival Zapin Nusantara III yang digelar di Johor Malaysia 12 November 2011. "Salah satu materi yang saya bawa pada kegiatan tiga tahunan itu adalah tari zapin tradisional dari Kerinci yang oleh masyarakat setempat diberi nama Yah Dan Dan," kata koregrafer nasional Tom Ibnur di Jambi, Selasa. Tari bernafas Islam ini di Kerinci sendiri kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan, keberadaannya nyaris punah karena tidak pernah ditampilkan lagi oleh masyarakat apalagi tokoh tari ini Harun Pasir yang tinggal di Desa Pulau Tengah usianya sudah berumur 70 tahun.
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 11 dari 1924 |